Selasa, 17 Juli 2012

BE5T di konser smash

pada tanggal 7 juli BE5T yg beranggotakan : july,olga,leni,thella, dan oxa ini mengisi sebuah acara konser boyband terkenal di indonesia, yaitu SM*SH, di konser smash BE5T muncul di segmen 3/4 disitu BE5T jga berakting, klo mereka datang untuk memberi kejutan kepada ILHAM dan REZA, lalu mereka pun bernyanyi lagi ALWAYS THINK ABOUT U, yg didampingi oleh ILHAM beserta REZA, REZA smash pun sempat ngerapp disaat BE5T bernyanyi, kemesraan pun muncul dari dua pasangan ini, semua penonton pun dibuat iri oleh mereka, tapi sayangnya mereka nyanyi cuman 1 lagu, tapi yg membuat bangga adalah mereka bernyanyi lgu ALWAYS THINK ABOUT YOU dengan NO LYPSING, nie foto2 mereka

with blink

with ME

 with ilham n reza

 BE5T

 3couple

 ilham dan leni BE5T

 ilham n leni
 BE5T with kak evelin






Kamis, 28 Juni 2012

NAUGHTY KISS FROM REZA SM*SH PART 1-10

CERITA FROM http://www.facebook.com/ceritailham.bismadicky?sk=wall




Sinar matahari memaksa masuk kedalam kamarku.Membangunkan aku dari tidur nyenyakku.aku bersiap untuk sarapan dan berangkat ke SMA baruku.

Oh ya kita belum kenalan..
Hy nama gue Ratusweethella Intan Sebastian,panggil gw Thella.gw kls 1 SMA. Gw anak dari pengusaha terkenal di Indonesia Putra Candana Sebastian itu nama papa gw,sedangkan mama gw Ratu Fellisya Sebastian.Gw punya adik nama'a Syila Sebastian dia itu kelas 1 SD adik kesayangan gw.

Hari ini hari pertama gw masuk ke SMA baru gw. SMA Selalu Bersama itu nma SMA'a dan hari ini adalah hari untuk gw melakukan mos d'sna.Ya ampun betapa males'a gw ikt MOS hari ini.

Setelah selesai sarapan gw langsung menuju SMA selalu Bersama dengan mobil ferari gw.

Skip @SMA Selalu bersama

Ke 4 sahabat gw sudah menunggu diparkiran .. Mereka adalah Lala,Dina,Faby, dan Leni. Gw udh sahabatan sma mereka sejak SMP mereka tau semua tentang gw,kecuali satu hal.Mereka sudah menunggu gw d'dpn parkiran sekolah.

@parkiran
"Sorry ya lama,tadi macet!"Gue membenarkan rambut gue
"Santai aja!lgi'an kta blm telat ko!ya gak?"Dina melirik yg lain
"yoi..!"Jwb mereka kompak
"Masuk yu! Pengen cepet* ketemu sma cowo ganteng.."ujar Lala
"Cowo mulu .." Sambar Faby
"Biarin :p "Lala menjulurkan lidah
"Udah ayoo masukk.."Lerai Leni

Authdor pov
Kelima gadis itu menelusuri lorong² sekolah.
'BRUK' Dina menabrak seseorang
"Eh..sorry gw ga sengaja!"Ucp Dina
"Gpp!makan'a klo jln liat* !"Ucp orang itu dingin berlalu pergi
"Yeee...dasar orang udh minta maaf!"Dengus Dina kesal
"Yaaa ampun Dinot...lo tau ga sih dy siapa?"Ujar Lala antusias
"Tau lah!Bisma sm*shkan?hah..belagu!"Ejek Dina
"Udhlah ga ush mikirin tuh orang!ayo masuk!"Ajak Thella

Mereka meneruskan jalan menuju kelas.

"Perhatian..bagi seluruh peserta MOS harap berkumpul aula!terimakasi!"Suara pengumum'an

Seluruh murid baru berkumpul diaula
"Kenalin semua,gw Muhammad Reza Anugrah,KETOS disini!disamping gw ada Morgan WAKETOS dan ini ilham sekertaris osis,Rafael bendahara osis,Dicky wakil sekretaris osis,Rangga seksi kebersihan dan Bisma sekertaris bendahara.Selama kalian dimos kalian harus mengikuti peraturan kami!NGERTI!"Jelas Reza
"Ngerti ka!"Ucp peserta MOS
Reza melirik seorang gadis yg sedang tersenyum kearah salah stu teman'a
"Belagu banget sih tuh ketos!"Batin Thella melihat gaya Reza yg sok kuasa
"Manis juga..siapa dia?cantik!"Batin Reza melirik Thella

***
Skip


Tugas terakhir meminta tanda tangan kesemua pengurus OSIS.Semua ttd udh arum dapetin tinggal satu yg belum,KETOS.Kebetulan banget tuh KETOS lg ngumpul bareng personil SM*SH lain'a.
"Mending samperin!" Thella melihat para personil SM*SH sedang berkumpul
Dengan langkah ragu Thella berjalan mendekati mereka
"Misi kak!boleh minta tanda tangan ga?"Thella berdiri disebelah Reza
"Ja..tuh orang'a!"Bisik Bisma saat mengetahui wanita incaran Reza ada dihadapan mereka
"Iya ja..itu orang'a!"Bisik ilham adik Reza
"Siapa nama lo?"Tnya Reza
"Ratusweethella Intan Sebastian!"Jelas Thella
"Sweethella..nama lo indah..seindah orangnya.."Reza membuat Thella tersipu
"Makasi :) .." Thella menunduk malu
"Lo mau tanda tangan gue kan?"Reza tersenyum devil
"Iya.."Jwb Thella
"Gampang aja, lo akan dapat tanda tangan gue asalkan lo mau kasih bibir lo k'gue.."Reza kini merangkul Thella
"Wah..parah lu Za!"Ucp Rafael
"Haha..bagus tuh Za!"Tambah Rangga disertai yg lain tertawa
"Enak aja lo ngomong!lo pikir gw cewe apa'an!gw ga mau!"Thella melepaskan rangkulan Reza
"Kalo lo ga mau!gw jga ga mau ttd dibuku lo!"Ancam Reza
"Udh terima aja!lumayan loh dapat bibir Reza SM*SH.."Dicky menahan tawanya
"Diem lo semua!"Bentak Thella
"Gimana?"Reza tersenyum licik
"Ga mauuuuu!!"Balas Thella
"Lo gamau!!tapi lo harus mau!karena gw ketos disini dan pemilik SMA ini!"Ucp Reza
"Ko lo maksa sih!"Ucp Tgella
"Ikut gw sekarang!"Reza menarik tangan Thella

Thella terus memberontak.Tapi tenaga Reza lebih kuat dari'a.
Reza membawa Thella ke taman sekolah yg sepi.
"Lepasinn.. Sakittt.."Thella menepis tangan Reza
"Duduk!"Perintah Reza
"Mau apa sih?sakit tau!"Thella memegangi pergelangan tangannya
"Gw bilang duduk!"Ucp Reza
"Iya..gw duduk!"Thella langsung duduk
Reza duduk dismping Thella
"Sekarang lo ikut'in mau gw!tutup mata lo!"Perintah Reza
"Buat apa?"Tnya Thella
"Tutup aja!ga usah bawel!"Balas Reza
"Iya..bawel banget!"Thella menutup mata'a

Reza mendekatkan wajah'a kewajah Thella
Semakin dekat..
Dekat..
Dekat..
Dan..

"Aaa..mau ngapain lo? lo mau cium gw ya!"Thella membuka mata'a dan mendorong Reza
"ngapain sih pke dorong* .."Ucp Reza
"Bodo..gw tau lo pasti mau cium gw kan!ga bakal bisa Reza!bye..bye..Reza!"Thella berlari dri Reza
"Awas lo!kena gw sikat!"Reza mengejar Thella

5 menit mereka kejar" an ditaman.
Tiba* ..
"Aww..kaki gw!"Thella tersandung akar pohon besar yg menjalar
"Haha..makan'a jgn macem* ..sini gw bantu!"Reza mengulurkan tangan'a
"Yeh..rese lo!"Dengus Thella menerima uluran tangan Reza.

Reza memanfaatkan keadaan ini, kini ia malah memojokan Thella ke sebuah pohon besar
"Mau ngapain lo?"Thella ketakutan
"Mau bibir lo lah!"Reza tersenyum devil "ihh..lepasin gw!!jangan bercanda deh!gw ga suka!"Thella memberontak tapi tangan'a ditahan Reza
"Tapi gw suka sayang!"Ucp Reza

Wajah Reza mendekat k'wajah Thella
"Za..jangan.. Gw takut!!"Thella ketakutan
"Lo diem dan nikmatin ini.."Ucp Reza

Dan
'Cup'
Reza berhasil mendaratkan bibir'a kebibir tebal Thella . Reza melumat bibir Thella . Thella memberontak tapi hasil'a nihil.Kekuatan Reza lebih kuat dari'a. Kini Ia hanya pasrah tanpa membalas.
30 menit Reza melepas cium'annya

"Makasi ya sayang!"Reza mengelap bibir Thella yg basah akibat ulah'a dengan ibu jari'a
Thella menunduk nangis.
"Lo nangis?biasa aja kali!lo termaksud beruntung bisa dicium sma personil sm*sh sekeren dan sebeken gw!"Ucp Reza PD
"Lo jahat banget sih..hiks..lo ambil first kiss gw tau!hiks..ga punya perasaan lo hiks!"Thella terisak
"Siapa suruh bibir lo menggoda!"Ucp Reza
"Huwaaa.. Papaa..hiks..hiks.."Isak Thella
"Jangan manja deh...ayo sayang kita masuk!"Ajak Reza
"Sayang* ..bapa lo peyang!"Jutek Thella

Thella berjalan dibelakang Reza dengam kaki tertatih
"Aw..kaki gw sakit!"Rintih Thella
"Yaampun..lo tuh!"Reza langsung menggendong

Reza menatap wajah Thella yg sangat manis. Pantas namanya Sweethella, ternyata Thella memang manis

"Aaaa..Reza..turun'in gw..!"Thella membuyarkan lamunan Reza

"Bawel deh lo.."Reza membuang muka

"Rese deh lo ..turunin ga!"Perintah Thella

Sementara Reza terus menggendongnya dan membawanya pergi dari taman. Sepanjang jalan Thella memperhatikan wajah Reza. Ia tersenyum sendiri menatap wajah Reza
"Ternyata dia cool ya.. Ganteng lg..eh..ngomong apaan sih gue,dasar Thella dodoll.."Batin Thella berbicara sendiri

Thella dan Reza menelusuri lorong sekolah.Mereka menjadi pusat perhatian para siswa.
"Woy Ja..dapet juga lo!"Ucp Bisma
"Hebat lo ja!dpt'in cwe secantik dy!"Lanjut ilham
"Apa sih yg gw ga bsa dpt'in!"Ucp Reza melirik Thella yg digendongan'a
"Jangan PD deh lo!gue nerima bantuan lo itu TERPAKSA.."Balas Thella
"Diem deh!atau lo mau gw cium lg?"Ledek Reza
"Idih.. Najis.."Jwb Thella
"Guys..klo gtu gw bawa sayangku ini ke UKS dlu ye!"Ucp Reza
"Ketos gila!"Gumam Thella

@UKS
Reza membaringkan tubuh mungil Thella dikasur yang ada diUKS
"Yg mna yg sakit?"Reza mengeluarkan sebuah balsem dari sakunya
"Eh..Ja .. Lo suka bawa balsem k'sekolah?"Thella menahan tawa
"Kenapa?lo gak suka?"Ujar Reza
"Yee..biasa aja lagi..dasar BALSEM MAN .."Ledek Thella
"Apa lo bilang?"Reza geram
"BALSEM MAN .."Ledek Thella
"Berani lo ngatain gue balsem man.."Reza menekan kaki Thella yg keseleo, membuat Thella meringin minta ampun
"Aaa..iya-iya..ampun Ja.. Sakittt woy.."Rintih Thella

Karena merasa kasihan Reza melepaskan tangannya dari kaki Thella. Dengan lembutnya Reza tangan Reza menyentuh kaki Thella yg keseleo dan mengurutnya dengan lembut. Setelah selesai Reza memasukan balsemnya k'saku celana
"Gimana udh enakan?"tnya Reza
"Iya.. Makasi ya.. :) "Thella disertai senyum
"Iya.. Tadi siapa nama lo?"Reza mencoba mengingat nama Thella
"Ratusweethella..panggil aja Thella.."Jelas Thella
"Gue keluar ya..15 menit lg balik ke aula.."Ujar Reza

'CUP' secepat kilat Reza mencium bibir Thella dan berlalu keluar. Sementara Thella hanya bengong memegang bibirnya. Seutas senyum tipis mengembang dibibirnya
"Kenapa dagdigdug ya.."Batinya

Keempat sahabat Thella masuk k'UKs, mendapati Thella yg sedang memegang bibirnya sambil tersenyum gaje. Thella belum menyadari keberadaan keempat sahabatnya
"THELLA .."Teriak Faby membuyarkan lamunan Thella
"Reza .. Eh.."Thella menutup mulutnya

Faby,Dina,Lala dan Leni dibuat kaget dengan ucapan Thella. Mereka tak mengerti maksud Thella menyebut nama Reza
"Thella.. Ngapa lu teriak nama Reza?ada apaan lo sama dia?"Lala dengan gayanya yg blak-blakan

"Iya..ada apaan lo sma Reza?"Tambah Leni

"Ngh~ emang gue neriakin nama dia ya?perasaan engga deh!"Ngeles Thella

"Jangan ngeles lu kaya bajai .."Ujar Faby

"Bukan bajai tapi BEMO .."Ledek Dina

"Haha.. Gak LUCU.."Jutek Thella

"Udh awas gue mau ke aula.."Thellaturun dari tempat tidur, berusaha berjalan dengan kakinya yg keseleo. Yang lain hanya menatap Thella yg menurut mereka aneh (?)

"Woy.. Mau k'aula ga lo?"Teriak thella diambang pintu UKS

"Ngh~ iya.."

***

Setelah selesai berkumpul di aula, semua murid harus mengumpulkan buku yang sudah ditanda tangani oleh seluruh anggota OSIS


Lala menatap bukunya yang tinggal satu kolom yg belum ditanda tangani. Yaitu kolom yg bertuliskan ILHAM FAUZIE
"Tinggal satu nih!ka ilham!"Gumam Lala mencari keberadaan ilham disekelilingnya
"Itu ka ilham!"Lala melihat sesok ilham sedang duduk dibawah pohon rindang

Dengan langkah ragu Lala menghampiri ilham yg sedang tertidur dibawah pohon yg rindang dengan perasaan tak karuan.
"Klo mau minta ttd ga ush gengsi!"Ilham menyadari keberadaan Lala, ia membuka matanya
"Siapa juga yg gengsi!"Ngeles Elza
"Udh ga ush muna!lo mau ttd gw kan?" Ilham, Lala hanya mengangguk
"Klo lo mau ttd gw!lo harus ksih bibir lo ke gw!"Ucp ilham
"Maksud lo cium??"Lala dengan polosnya
"Iya!gmna?"Kta ilham
"Tapi ini first kiss gw!"Lala memegangi bibirnya
"Gw juga!ini first kiss gw dan gw mau lakuin first kiss gw sma lo!"Jwb ilham
"Kenapa gw?"Lala menunjuk dirinya sendiri
"Udh ga ush bawel mau ga?klo ga mau gw pnya hukuman berattttt bgt buat lo!"Ancam ilham
"Ngh~"
 Belum sempat Lala menjawab ilham menarik tangan lala hingga Lala jatuh dipangkuannya dengan gesit ilham menyambar bibir Lala. Lala terus memberontak tapi kekuatan ilham lebih kuat darinya. Ilham melumat kasar bibir Lala, ia tak peduli mau Lala bales atau engga kecupannya yang penting ia bisa mencium bibir Lala

25 menit ilham mengakhiri'a

Ilham mengelap bibir Lala yang basah akibat ulahnya. Sementara Lala hanya memanyunkan bibirnya

"Jangan manyun jelek.."Ledek ilham

"Lo tuh..guekan belom jawab, ngapain lo cium bibir gue duluan.."Lala jengkel

"Abis lo jawabnya lama.. Udah tau gue udah ga tahan sama bibir lo .."Ilham menahan tawa melihat wajah lala cemberut

"Bibir lo manis jga!rasa strawberry!"Lanjut ilham bermaksud menggoda Lala

"Manis lah.. Claryntalala gitu..!"Ujar Lala PD

"Iya deh.. Eh..sini mana buku lo gue tanda tanganin.."Lala memberikan bukunya pada ilham untuk ditanda tangani

"Nih.."Ilham memberi buku Lala yg sudah ia tanda tangani

"Makasih.."Lala dengan nada terpaksa

"Makasi juga bibirnya .."Ledek ilham

"Ish.."Lala meninggalkan ilham dengan perasaan jengkel, ilham hanya tertawa cekikikan


***

Sudah waktunya pulang. Thella tak bisa pulang karena dia ga bisa menyetir mobilnya sendiri akibat kaki'a yg terkilir. Thella menelpon papa'a untuk menjemput'a.
Percakapan via telpon
Papa: hallo honey!why?
Thella:hallo dady..where are you?
Papa: papa dikantor sayang!kenapa princess?
Thella:papa bisakah kau menjemputku disekolah..kaki ku sakit..
Papa:i'm sorry honey papa sibuk sayang..
Thella:tapi pah,aku ga bisa menyetir dengan kaki terkilir!apa kau tega?
Papa: tidak sayang!biar papa menyuruh ank buah papa untuk menjemputmu!
Thella: no!!..aku ga mau..aku mau papa yg jemput!bukan ank buah papa
Papa:tapi sayang!papa sibuk
Thella:sitt..i hate you dady..
Tut..tut..tut..

Saking kesalnya Thella mematikan telpon. Ia duduk smbil menahan rasa sakit dikaki'a. Tanpa Thella sadari ternyata Reza memperhatikan dan mendengarkan percakap'annya dan papa'a ditelpon.Reza menghampiri Thella dengan langkah santai

"Gue pulang sma sypa nih..aduh..sakit banget lg!!"Dengus Thella

"Hy sayang..pulang sma gw aja yuk Yang..!"Ajak Reza merangkul Thella

"Ish..apa'an sih Za,ga bisa ya lu ga ganggu gw!kaki gw msih skit gara² lo!"Thella melepas rangkulan Reza

"Klo gw ganggu yudah gw pergi!tpi hati² ya disini banyak setannya..dada sayang.."Reza berjalan santai

"Aaaa.. Reza gw takut!"Teriak Thella

Dengan senyum mengembang dibibir Reza, Reza berjalan menghampiri Thella
"Makan'a pulang sma gue!mau ga?"Reza tersenyum devil

"Naik apa?"Tanya Thella dengan polosnya

"Naik becak!"Reza geram

"Ihh.. Elo..serius tau!"Thella memanyunkan bibirnya

"Abis pake nanya..naik motor.. "Ucp Reza

"Gue takut naik motor. Gue belum pernah naik motor.."Ucp Thella membuat Reza tertawa lepas

"Hahahaha.."Tawa Reza lepas

"Gak lucu tau za.."Thella memanyunkan bibirnya

"Jadi..lo belom pernah naik motor?"Thella hanya mengangguk

"lo mau pulang kan thell?"Thella mengangguk

"Cium gue dulu.."Ujar Reza menunjuk bibirnya

Thella mengeritkan dahinya

"Mau ga?kalo engga gue tinggal nih.." Ancam Reza

Thella langsung menarik tangan Reza dan mencium bibir Reza. Saat ingin melepasnya Reza malah mempererat kecupannya. Reza melumat halus bibir Thella, sesekali menggigit bibir bawah Thella. Thella berusaha memberontak tapi tangannya dipegang oleh Reza


15 menit Reza melepas kecupannya
Reza langsung menggendong Thella kearah motor'a. Thella duduk dibelakang. Reza menarik tangan Thella agar memeluknya.

"Apa'an sih.."Protes Thella berusaha melepaskan tangannya dari pinggang Reza namun sulit karena Reza memegang tangannya erat

"Udh diem aja!mau selmatkan!"Ucp Reza

"Iya!"

Reza langsung menstater motor ninja merahnya dan menuju rumah Thella. Reza tau rumah Thella dari data dirapot Thella.

Skip

@rumah Thella
Reza menggendong Thella masuk kerumahnya. Rumah Thella bisa dibilang mewah,terdapat beberapa mobil mewah tersusuh rapi digarasi rumahnya

"Lo kayanya demen banget gendong gw!"Thella saat Reza menggendongnya

"Yaiyalah gw suka!dengan ginikan gw bisa liat dada lo yg mulus itu!" Reza memperhatikan dada Thella yg kancing'a terbuka

"Ih..kurang ajar ya lo!"Thella memukul pelan dada Reza

"Cuma bercanda!"Ucp Reza


Reza membawa Thella masuk.
D'ruang keluarga terlihat nyonya sebastian dan seorang anak permpuan sedang asik menonton tv smbil mengobrol.Ya itu adalah mama dan adik Thella.
"Momy.."Panggil Thella

"honey..kamu kenpa sayang?tdi mama dengar dari papa kaki kamu sakit?"Ucp mama

"Hey sist!who is he?he is your boyfriends?oh..i think he is Reza smash right?"Ucp syila

"Oh.. Yes,, kamu Reza smash?Ucp tante Felisya

"Iya tante..saya Reza,pacar Thella.."Reza menganggetkan Thella dan keluarganya

"Hah??pacar?"Ucp Thella

"Iya!ya kan sayang!"Reza tersenyum memaksa

"Wah.. Mama setuju kalau kamu pacaran dengan nak Reza.."Ujar tante Felisya

"Tan,kamar Thella d'mna ya?"Reza yang sudah tak kuat menggendong Thella, karena berat mungkin (?)

"Diatas ka, bawa keatas aja.."Ujar Syilla

"Oh..gtu!kalau begitu saya bawa Thella kekamar dulu..!"Ucp Reza

"Iya!"


Reza membawa Thella k'kamarnya. Kamar Thella serba warna pink karena itu warna kesukaan'a. Banyak boneka dikamar Thella. Reza membaringkan Thella ditempat tidur. Reza duduk dibibir kasur

"Makasi udh antar gw!"Ujar Thella menunjukan senyum indahnya

"Makasi jga udh nurutin permintaan gue tadi.."Ujar Reza

"Permintaan? Yang mana?"Thella

"Yang diparkiran..jangan pura² lupa deh.."Thella nampak berfikir

"Ngh~ Cium'an tdi itu karena..karena..karena gw.. Terpaksa aja.. Makannya gue mau.."Thella gugup

"Masa sih?ko gw ga yakin ya?"Goda Reza

"Ish..apa'an sih..udh ah!"Thella tersipi

"gw tau lo suka'kan!ngaku aja deh!"Goda Reza

"Biasa aja.."Thella mencoba tenang

Suasana hening, sesekali Reza melirik Thella begitu sebaliknya. Hingga akhirnya sebuah pertanyaan dilontarkan Thella

"Ngh~ kenapa lo ngaku jadi pacar gue didepan nyokap gue?"Thella memainkan jarinya

"Karena gue mau lo jadi pacar gue, lo maukan?"Reza to the point

"Pacar?"Thella shok bagaimana tidak, reza yg baru langsung menembaknya.

"Maukan?"Tanya Reza 1x lagi

"Apa ga kecepetan ya za?"Ujar Thella

"Mungkin ini terlalu cepet,menurut gue kenapa kita ga coba jalanin aja..gimana?"Reza menggenggam telapak tangan Thella

"Ngh~ za..gue.."

"Please lo terima gue, karena sejak gue liat lo.. Gue sudah suka sama lo .."Ujar Reza penuh harap

"Ngh~ gu..gue.."

***

Dina sedang berkeliling taman kota. Taman cukup ramai oleh pemuda pemudi kota Bandung yg asik pacaran. Dina berjalan dengan santai menikmati ice creamnya. Dilihat seorang laki² memakai topi, berkacamata dan jaket merah berlari ke arahnya disusul segerombolan wanita mengejarnya. Dina nampak bingung melihat laki² itu tapi dia tetap santai. Laki² itu semakin mendekat kearahnya.
"Eh..eh..apaan nih.."Laki² itu entah sadar atau tidak ia menarik tangan Dina, hingga Dina terbawa

Laki² itu memasukan Dina kedalam sebuah mobil sedan miliknya. Mereka duduk bersebelahan
"Ish..apa² an sih.."Dina melepaskan genggaman laki² itu dari pergelangan tangannya

Laki" itu melepas topi dan kacamata nya.. Mata Dina melotot melihat siapa laki² yang ada dihadapannya sekarang
"LOE.."Ujar Dina

 "Loh..Elo yg tadi pagi nabrak guekan disekolah?"Ujar laki² yang ternyata Bisma

"Gue bilang gue ga sengaja.. Lagian ngapain sih lo narik² gue k'dalem mobil lo?"Jwb Dina

"Ya sorry ..gue fikir lo cewe gue.."Bisma menggaruk kepalanya yang tak gatal

"Idis..ogah banget jadi cewe lo .."Dina bergedik geli

"Yee.. Siapa juga yg mau punya pacar kaya lo .."Jwb Bisma

"Bawel lo .. Buka pintunya gue mau turun.."Dina karena pintu mobil dikunci Bisma

"Eh.. Jangan.."Bisma menggengam pergelangan tangan Dina

"Ish..apaan sih.."Dina menepis tangan Bisma

"Please ya jangan..nanti gue dikejar lg sama fans gue.."Ujar Bisma memelas

"Gue mau pulang tau.."Dina memanyunkan bibirnya

"Gue anter deh..yayaya..."Bisma

"Terserah lo deh.."Dina melipat kedua tangan didada

"Gitu dong.. Oh ya, kita belum kenalan, nama lo sypa?"Bisma mengulurkan tangan

"Pramudina..panggil gue dina.."Dina membalas uluran tangan Bisma

"Gue Bisma.. :) "Bisma melempar senyum mautnya yang selalu membuat setiap hati wanita meleleh begitu juga Dina

Mobil Bisma melaju kearah rumah Dina yang kebetulan tidak jauh dari taman kota. Bisma berhenti disebuah rumah yang bisa dibilang cukup mewah. Dina melepas sabuk pengamannya, berniat untuk keluar namun ditahan Bisma
"Ga mau bilang makasi gitu?"Ujar Bisma

"Enggak!"Jwb Dina

"Loh kok gitu?"Bisma

"Gue kan ga minta dianter pulang sama lo.. Lo nya aja yg maksa.."Dina

"Ya..seenggaknya lu bilang terimakasih kek kegue.."Bisma

"Ok! TERIMAKASI BISMA !!!udah kan?"Dina menekan kata yang di capslock

"Gue ga butuh terimakasi!"Jawab Bisma membuat Dina geram

"Ya..terus lu maunya apa?"Dina geram

"Gue mauuu..."

***

Thella tampak bingung menjawab pertanyaan Reza. Sementara Reza masih terus berharap Thella mau jadi pacarnya
"Tenang aja thell, gue emang mau lo jadi pacar gue, tapi pacar pura² gimana?" Reza

'Jleb' entah kenapa hati Thella terasa sakit mendengarnya. Jadi reza hanya ingin menjadikannya pacar bohongan?sungguh terlalu ka reza

"Sorry gue ga mau.."Thella, Reza tampak kecewa

"Kenapa?"Lirih Reza

"Bukan itu maksud gue..dengerin.."Lagi² Reza memotong ucapan Reza

"KELUAR .. Keluar gue bilang..keluar.."Histeris Thella

"Ok gue keluar.."Reza keluar kamar Thella dengan perasaan bersalah

"Ya TUHAN.. Kenapa sama gue..kenapa gue jadi kaya gini?"Batin Thella

Thella terlelap tidur dikamarnya memeluk taddy bear kesayangannya.

***
Lala duduk disofa rumahnya membaca sebuah majalah sesekali memakan cemilan yang dia apit diantara kakiny yg ia lipat. Saat sedang asik membaca, bel rumahnya berbunyi pertanda ada tamu
'Ting..tong..ting..tong..'

"Bibiiiii... Ada tamuuuu.."Teriak Thella memanggil pembantunya yang tak kunjung datang

"Ish..si bibi kemana sih.."Lala geram karena pembantunya tak kunjung datang, sementara bel terus berbunyi

"Oh iya lala lupa..bibikan lala suruh ke mini market ya..dasar lala lemot.."Lala menepuk jidat

Lala melempar majalahnya
dan berjalan menuju pintu. Dengan malasnya Lala membuka pintu. Ia dibuat kaget oleh orang yang berada dihadapannya, laki² itu melepas kaca mata hitamnya dan manis pada lala
"Hay.."Sapa Lala

"Ngapain lo disini?"Lala sinis tanpa menatap laki² itu

"Gue mau ketemu sama lo .."

"Eh..denger ya kaka ilham yg terhormat, gue ga ada waktu.. Mending lo pulang.."Lala
'BRUKS'
Lala menutup pintu kencang

"Awas lo , kena sama gue bsok disekolah.."Gumam ilham pergi meninggalkan rumah Lala

***

Hati leni sedang gusar. Entah kenapa saat Thella cerita tentang Reza menciumnya ditaman tadi hatinya terasa sakit. Apa mungkin leni masih mencintai Reza?entahlah, Leni bingung

Flash back

Seorang gadis kelas 3 SMP terlihat sedang duduk dibangku taman. Matanya berbinar melihat sang pujaan hati masih berpakaian seragam SMA datang membawa setangkai bunga mawar. Laki yg tak lain adalah Reza dan gadis SMP itu adalah Leni.

Reza duduk disamping leni dengan senyum kecil menatap mata Leni yang berbinar
"Maaf nunggu lama.."Ujar Reza yg usianya terpaut lebih tua 1 tahun dari Leni

"Gpp ko.. Emang kaka mau ngomong apa sama aku?"Tanya Leni dengan mata masih berbinar menatap Reza

"Aku cuma mau bilang, aku mau kita putus.."Mata Leni yang tadinya berbinar berubah jadi tatapan tak percaya

"Maaf ya len.."

Flash back off

 "Gue mau nomor hp sama pin BB lo .."Ujar Bisma

"Buat apaan?"Dina

"Ya.. Buat gue, kalo lo ngga ngasih gue ga bakal bukain pintu mobil buat lo .."Ancam Bisma

"Loe kok maksa sih.. :/ "Dina

"Biarin.. Mau ngasih atau tetap didalm mobil sama gue?"Ancam Bisma lagi

"Nih pin gue *sensor* .."Dina terpaksa

"Nomor hp nya mana?"Bisma

"08121953xxxx "Dina

"Ok.."Bisma tersenyum penuh kemenangan

"Sekarang buka pintunya.."Suruh Dina, Bisma membuka pintunya

"Bye nona manis.. Sampai jumpa diMOS hari kedua besok.."Dina bergedik geli

***

Dengan malas Thella bangun dari tempat tidurnya, menuju kamar mandi untuk mandi dan bersiap sekolah.
Setelah rapi dengan seragamnya Thella langsung melajukan mobilnya ke sekolah

@sekolah
Thella memarkirkan mobilnya diparkiran. Lala,Dina,Faby dan Leni sudah menunggunya diparkiran. Mereka berlima jalan menelusuri koridor sekolah
"Thell..thellaa.."Teriak seseorang meneriaki Thella

Semua menoleh kebelakang, dilihat laki² berlari kearah mereka, tanpa berfikir panjang Thella melanjutkan langkahnya
"Thell.."Reza menerobos sahabat² Thella dan menarik tangan Thella, semua hanya menatap aneh Thella dan Reza

"Apaan sih lo .."Thella menepis tangan Reza tapi sulit karena Reza mencengkram pergelangan tangannya erat

"Lo marah?ok gue minta maaf.."Ujar Reza

"Gue ga butuh maaf lo .."Thella tanpa menatap mata Reza

"Gue tau gue salah..please maafin gue.."Reza

"Gue bilang enggak ya enggak..lepasin tangan gue.. Dan jangan ganggu gue .."Thella melepas cengkraman Reza dan pergi meninggalkan Reza dan ke 4 sahabatnya

***
Thella dan anak kelas 1 lain sedang melakukan MOS hari kedua. Mereka sadang mendengarkan penataran dari Reza selaku ketua OSIS, tapi tidak dengan Thella, dia asik memainkan boldpointnya tanpa memperhatikan penataran dari Reza. Sementara Dina sedang serius memperhatikan, tapi BB nya terus bergetar

Bisma:
PING!!!
PING!!!
PING!!!
PING!!!

Dina:
Apa?

Bisma:
Gpp :D

Dina:
Gila ya? :/

Bisma:
Iya.. Gila karena lo ..

Dina:
Bodo..

Bisma:
Jangan serius² merhatiin nya..

Dina:
Apa urusan lo , mau serius kek,engga kek itu urusan gue..

Bisma:
Urusan guelah ,kan gue pacar lo :*

Dina melirik keBisma yg berdiri disamping Reza, Bisma tersenyum manis pada Dina. Dina menatap geli Bisma

Dina:
Gila lo ..

Bisma:
PING!!!
PING!!!
PING!!!
PING!!!
PING!!!
PING!!!
PING!!!
PING!!!
PING!!!
PING!!!
PING!!!
PING!!!
PING!!!
PING!!!
PING!!!
Dinaaa...
Woy...

Dina tak memperdulikan BB nya yg sedari tadi bergetar dikantung bajunya. Ia malas meladeni BBM ga jelas dari Bisma

Reza yg tadinya panjang lebar menyampaikan penataran, tiba² berhenti ketika melihat Thella yg sama sekali tak memperhatikannya malah asik bermain boldpointnya
"Ekhm..buat yg namanya gue panggil tolong kedepan.." Semua menatap Reza, kecuali Thella

"Ratusweethella..maju kesini.."Thella yg memang tak mendengarnya diam saja tanpa menoleh malah asik bermain boldpointnya

"Thell.. Disuruh maju tuh sama KETOS.."Faby menyenggol Thella

"Gue?"Thella menunjuk dirinya sendiri

"Ratusweethella..maju.."Ulang Reza

Dengan malas Thella maju menghampiri Reza. Thella berdiri disamping Reza dengan tatapan jutek. Reza menatap Thella dengan tatapan dingin
"Kamu dengerin saya gak?"Reza

"Enggak!"Jawab thella

"Lo berani sama gue?"Reza

"Berani.."Thella melipat kedua tangannya didada

"Gue bakal kasih hukuman buat lo .."Reza tersenyum devil

"Gue ga takut.." Thella

Reza merengkuh pinggang Thella dan meraih leher Thella. Mata Thella melotot ketika bibir Reza mendarat dibibirnya. Malu! Itulah yg dirasakan Thella, ketika dicium oleh laki² dihadapan puluhan pasang mata. Tak lama Reza melepas ciumannya yg hanya sekedar menempelkan bibirnya dibibir Thella. Tak ada yg berani berkata-kata lg termaksud MS lain
"LO.."Thella geram

'Plak' sebuah tamparan mendarat dipipi Reza dari tangan Thella, semua terbelangak ketika Thella menampar Reza

"Lo berengsek.."Thella berlari meninggalkan aula

"Thell..thell..sorry...thella.."Teriak Reza

"Gue mau kejar dia, lo pimpin penataran.."Reza pada ilham


Thella terus berlari, sungguh sangat malu. Malu karena dicuim dihadapan banyak orang, air mata Thella terus mengalir membasahi pipi mulusnya

Reza mencari-cari Thella, mengelilingi setiap sudut sekolah. Terlihat seorang wanita duduk dibangku taman sekolah, sambil menunduk terisak. Kaki Reza melangkah mendekati wanita itu,Reza memegang pundak wanita itu spontan wanita itu menengok kearahnya
"Maaf.."Ujar Reza pada Thella
Thella menepis tangan Reza tanpa mengeluarkan sepatah katapun

"Gue minta maaf thell.."Reza duduk disamping Thella

"Gue benci sama lo .."Thella

"Lo boleh marah sama gue, tapi please lo jangan benci gue.."Reza

"Lo udah keterlaluan hiks..gue benci sama lo ..bencii.."Thella memukul dada Reza

"Ok..thell..ok..gue minta maaf.."Reza menggengam kedua tangan Thella yg terus berusaha memukul dadanya


"Gue malu za..hiks..hiks.."Isak thella, Reza menarik Thella kepelukannya

"Maafin aku thell,udah buat kamu malu.."Reza menggunakan 'Aku-Kamu'

Thella mengangguk, memendamkan wajahnya didada bidang Reza. Sementara Reza, tangannya membelai rambut panjang Thella yg tergerai bebas

"Kenapa bukan gue yg diperlakuin kaya gitu sama Reza?kenapa harus dia?"Ucp someone kemudian pergi

***
Seorang gadis tengah berdiri dipos satpam sekolah. Menunggu supirnya yang tak kunjung datang. Tubuhnya menggigil karena hujan turun begitu deras. Air matanya mengalir dipipi mulusnya ketika petir mengelegar

'Jeder..' *suara pertir*

"Ma..pa.. Faby takut.."Ucpnya yg tak lain Faby sahabat Thella

Sebuah mobil sport berhenti dihadapannya,seorang pemuda turun dari mobil dengan payung putihnya. Menghampiri Faby yg menggigil kedinginan
"Hey..lo kenapa?"Ucpnya memegang pundak Faby, Faby spontan memeluknya karena memang dia sudah ketakutan

"Hiks..hiks..aku takut.."Isak Faby

"Tenang ya disini ad gue.."Ujar pemuda itu

'Jeder..'

"Aaaaa.."Faby memeluk pemuda itu semakin erat

"Sutt..udh ya.. Yuk gue antar lo pulang.."Ujar pemuda itu

Mobil sport putih itu berhenti dirumah Faby. Seorang pemuda turun dari mobil itu, membukakan pintu untuk gadis manis nan cantika. Siapa lg kalo bukan Faby
"Makasi ya.."Ujar Faby

"Sama² ..oh ya kita belum kenalan..kenalin gue Dicky.."Pemuda itu tak lain adalah Dicky SMASH

"Gue Faby.."Faby

"Emm..gue pulang dulu ya.."Ujar Dicky

"Ga mampir dulu?"Tawar Faby

"Ga usah.. Lain kali aja..gue pamit ya.."Pamit Dicky

"Hati² ya.."Faby

***
Sore yg cerah Lala dan Thella sedang menggowes sepeda ditaman komplek. Mereka duduk dibangku taman untuk beristirahat karena lelah menggowes sepeda
"Capee..hufs.."Keluh Lala

"Sama La, thella teh juga cape.."Timpal Thella

"Thella tadi kenapa sama Reza?"Tanya Lala

"Aku teh sebel sama dia.. Sembarangan dia cium aku didepan banyak orang..aku teh malu La.."Thella dengan logat sunda

"Memang ya adik kaka itu menyebalkan.."Ujar Lala

"Adik kaka? siapa?"Thella

"Ilham dan Reza..."Lala

"Memang kenapa sama ilham?"Thella

"Gpp.. Hehe.."Dusta Lala

"La..bawa minum ga thella haus.."Thella

"engga.. Aku teh juga haus.."Lala

"Nih buat kamu.."Seseorang menyodorkan botol minum dihadapan Thella

"Kalian..."Ujar Thella dan Lala bersamaan ketika melihat siapa yg ada dihadapannya

"Hay..."Sapa kedua pemuda itu

"Thell.. Pulang yuk.."Lala menarik Thella

"Eh..tunggu.."Reza menarik tangan Thella, ilham menarik tangan Lala

"Apaan sih .."Lala menepis tangan ilham

"Gue antar pulang ya.."Ilham

"Enggak perlu..kita bawa sepeda.."Lala

"Oh ya? Coba mana sepedanya?"Ujar ilham

"Tu.."Lala menunjuk k'arah sepedanya dan Thella diparkirkan tapiia tak menemui sepedanya dan Thella disana

"Thell....sepeda kita mana?"Ujar Lala

"Aku ga tau...aduh gimana dong..kita pulang naik apa?"Thella

"Heh..pasti kaliankan yg sembunyiin sepeda aku sama Lala..balikin ga sepedanya..."Thella mendorong tubuh Reza

"Santai dong nona manis.. Kita ga ngumpetin sepeda kalian kok..yakan Ham.."Reza

"Yoi bang.." Ilham

"Bohong!!balikin ga..balikin sepeda kita..balikinn.."Lala memukul pelan dada ilham

"Kita ga boong kok.."Ilham menarik Lala kepelukannya, sementara Lala terus memberontak

"Ahh..lepasssa..."Lala

"Ga mau.."Ilham

"Ump...ump.."Reza membekap mulut Thella dan menariknya entah kemana meninggalkan Lala dan ilham berdua


Reza membawa Thella kearah mobil sport nya. Thella terus memberontak, tapi tenaga Reza lebih kuat darinya. Reza melepas tangannya dari mulut Thella
"Ish...apa² an sih lo.. Gila ya lo.. Kalo gue mati gimana? Mau tannggung jawab?"Thella memukul dada Reza yg tak terlalu bidang

"Kalo lo mati gue ogah tanggung jawab, kecuali kalo lo hamil baru gue tanggung jawab.."Reza menaik turunkan alisnya

"Sakit ya lo? Gilaaa.."Thella

"Jangan bawel..cepet masuk.."Suruh Reza

"Ga mau.."Tolak Thella

"Masuk atau gue cium didepan umum.."Ancam Reza, dengan terpaksa Reza menuruti perkataan Reza

Kini Reza dan Thella sudah ada didalam mobil sport Reza. Thella melipat tangannya didada sementara Reza hanya senyum² gaje sambil sesekali melirik Thella
" Jangan cemberut atuh neng gelis.."Goda Reza

"Mau ngapain sih lo .."Thella jutek

"Masih marah soal yg waktu itu gue cium lo didepan umum?"Tanya Reza

"Menurut lo?"Thella

"Kan gue udah minta maaf sama lo waktu itu.."Ujar Reza

"Lo itu udah bikin gue malu tau ga?sekarang disekolah gue selalu diejek kalau gue pacaran sama lo.. Dan karena itu juga semua fans lo mention ke twitter gue.. Ganggu tau ga.."Ujar Thella *just story*

"Sorry.."Reza

"Semua pertanyaan dari fans lo itu cuma SAMPAH .. Mereka itu cuma SAMPAH..sampah yg ga jelas datangnya dari mana.."Cerocos Thella membuat Reza geram karena ia tak terima fansnya dibilang sampah *just story*

"Gue rasa cuma orang gila yg ngefans sama lo .."Ujar Thella santai

Tanpa fikir panjang
'Plak' dengan entengnya tangan Reza menampar pipi Thella

"Aww.."Thella memegangi pipinya

"Astaga.."Reza

Butiran air mata jatuh dipipi mulus Thella. Ia memegang pipinya yg masih terasa sakit karena tamparan Reza yg cukup keras. Ini baru pertama kalinya ada orang yg memukulnya. Sebelumnya Thella tak pernah diperlakukan kasar apalagi sampai dipukul seperti ini
"Thell..gu..gue..gue..sorry gue ga sengaja.."Reza berusaha menyentuh pipi Thella namun ditepis oleh Thella

"Siapa sih lo sebenernya.. Siapa lo berani pukul gue.. Orang tua gue ga pernah perlakuin gue kaya gini.. Sahabat gue ga pernah lakuin ini sama gue.. Dan LO , LO bukan siapa² gue beraninya lo nampar gue..."Ujar Thella dengan suara tinggi

"Thell..gue ga sengaja..gue minta maaf.."Reza penuh penyesalah

"Siapa sih lo sebenarnya.. Lo itu ga jelas.. Lo tiba² datang dan nyium gue dan sekarang lo..LO..LO nampar gue.. Mau lo apa sih?"Thella

"Thell.."Reza ingin menyentuh pipi Thella namun lagi² ditepis Thella

"Jangan pernah lo muncul lg dihadapan gue.. Jangan ganggu gue.. Jangan pernah lo nyium gue sembarangan.. Karena GUE BENCI SAMA LO!!"Thella keluar dari mobil Reza, dengan sigap Reza menyusul Thella yg terus berlari

"Thell..tungguuu..gue minta maaf.." Teriak Reza

"Gue fikir lo mau minta maaf sama gue...ternyata enggak..lo jahat.."Batin Thella menangis sambil terus berlari

Lala dan ilham tengah mengobrol, kini hubungan mereka lebih baik setelah tadi ilham menyogok Lala dengan coklat agar Lala mau mengobrol dengannya. Akhirnya lala menerimanya
"Loh..thella.."Lala melihat Thella berlari disusul Reza dibelakangnya

"Thella.."Panggil Lala menghampiri Thella disusul ilham

"Kamu kenapa?kok nangis?"Tanya Lala yg kini berdiri dihadapan Thella

"Aku gpp.. Aku pulang duluan ya.."Ujar Thella

"Bener gpp?"Lala tak yakin

"Iya..sepedaku mana?"Tnya thella

"Itu.." Lala menunjuk sepeda Thella yg terparkir disamping sepedanya

"Aku duluan ya.. Bye.."Thella pergi

"Thell.. Thella..hosh..hosh.."Reza ngos-ngosan

"Ada apaan si Ja?"Tanya ilham berdiri dihadapan Reza

"Gue gak sengaja nampar dia.."Reza

"APA? jadi lo nampar sahabat gue?jahat banget sih lo jadi cowo..ilham bilangin ya sama kaka lo, jangan kasar sama sahabat gue ..dan ini coklat lo, gue ga butuh.."Lala kesal akhirnya mengembalikan coklat pemberian ilham, setelah itu ia pergi dengan sepedanya

"Argh...lo si bang..ngapain sih lo pake nampar thella.. Runyam kan urusannya..gagalkan gue deketin Lala..nyusahin lo .."Ilham pergi

"Gue ga sengaja Ham.."Gumam Reza

***
Sedari tadi ponsel Thella berdering tanda panggilan masuk, Thella tak menghiraukan ponselnya berdering. Karena ia masih ingin menyendiri untuk menenangkan dirinya dan tak mau diganggu dahulu. Sejak pulang dari tama Thella juga tak keluar kamar.

Wajah Thella terlihat pucat,matanya sembab, pipinya memar dan bila dipegang masih terasa nyeri
'Ceklek' seorang gadis kecil, manis,lucu,cantik dan imut masuk kekamar Thella membawa segelas susu coklat. Ya! Dia lah Asyilla Sebastian atau lebih sering dipanggil Syilla, adik semata wayang Thella. Adik yg sangat disayanginya

Syilla masuk mendekati kakanya yg duduk dibalkon kamar sambil tersenyum kepadanya. Syilla duduk dihadapan Thella
"Kaka kenapa?kaka sakit ya?"Tnyanya lembut

"Kaka gpp kok sayang.."Dusta Thella

"Kaka pasti belum makan,nih Cilla bawain susu buat kaka.."Syilla

"Makasi ya sayang..besok kita jalan² ya.."Thella, Syilla mengangguk

"Kaka...hidungnya berdarah..kaka kenapa?"Syilla ketika melihat darah keluar dari hidung Thella

"Kaka gpp sayang.."Thella dengan mata sayu dan wajah pucat

'Prang' gelas yg digenggam Thella terjatuh. Tubuhnya ambruk. Thella pingsan dihadapn adiknya
"Kaka...kaka bangun.. Mamii..tolong..hiks..kaka bangun.." Teria Syilla


Seorang gadis tengah berbaring ditempat tidur rumah sakit. Terhias infus ditelapak tangannya. Wajahnya sangan pucat namun tampak tenang. Beberapa dokter dan suster sedang memeriksanya.Gadis itu benar-benar tak sadarkan diri.
"Sus..siapkan suntikan dan cairan obat..."Dokter tampak panik

"Baik dokter.."Suster itu segera bergegas pergi

"Cepat pasangkan alat pernafasan.." Dengan cepat beberapa suster memasangkan alat pernafasan pada gadis itu

"Keadaannya sudah mulai stabil.."Dokter setelah menyuntikan cairan pada gadis itu

Dokter dan suster itu keluar, dilihat keluarga pasien yg baru saja ditanganinya tampak panik dan sedih. Keluarga pasien segera mendekati dokter setelah tahu dokter keluar
"Bagaimana keadaan anak kami dok?"Tanya sang papa

"Thella gak papa kan dok?"Tanya sang mama berderai air mata

Dokter itu menghela nafas sebentar
"Keadaannya sudah stabil pa-bu.. Saya anjurkan bapak dan ibu segera mencari donor hati untuk putri kalian..karena saya lihat kondisinya semakin hari semakin memburuk.."Ujar sang dokter

"Tapi dok..anak kami bakal baik² sajakan?"Tanya sang mama

"Saya tidak tahu.. Mungkin suatu hari kondisinya akan lebih parah dari keadaannya sekarang.. Kami memberikan obat untuk menjaga stamina saja dan untuk mengurai mimisannya saja.. Bukan untuk menyembuhkan putri anda..jalan satu² nya hanyalah donor hati.."Ujar sang dokter

"Pa..bagaimana ini ..hiks..hiks.."Tangis mama Thella didekapan sang suami

"Papa akan terus mencari donor hati untuk Thella.."Ujar sang papa

***
Bisma,Reza,ilham,Rangga,Rafaell,Dicky dan Morgan sedang mengobrol didepan kelas mereka. Sesekali mereka bersendu gurau, nampak terlihat wajah Reza yg tampak risau memikirkan sesuatu.

Bisma melihat seorang gadis berjalan kearahnya dan para sahabatnya. Terukir senyum manis dibibir Bisma, ia langsung membenarkan pakaian dan rambutnya yg berantakan. Dengan percaya diri Bisma menghentikan langkah sang gadis saat dihadapannya
"Hay Din..apa kabar?"Tanyannya pada gadis yg ia panggil Din,atau lebih tepatnya Dina

"Ngapain sih lo disini.. Ketemu lo bikin gue tambah badmood.."Ujar Dina berkaca pinggang

"Santai aja dong..guekan cuma mau tanya kabar lo doang..itu aja kok.."Bisma santai

"Kabar gue BAIK ..udahkan,sekarang gue mau lewat..awas.."Dina tapi Bisma masih saja berdiri dihadapan Dina

"Mau kemana sih buru² amat.."Bisma

"Ish..elo itu ngeselin banget sih..gue mau kekelas Bisma.."Dina tampak geram

"Sini aja kenapa sih Din.."Bisma menarik Dina agar duduk dilantai bergabung bersama sahabat² nya yg duduk santai dilantai. Sementara Dina mengerucutkan bibirnya

"Siapa Bis?gebetan?haha?"Tanya Rangga

"Gebetan?pacar gue nih.."Bisma, sontak Dina melotot

"Heh..jangan ngaku² deh lo ..sejak kapan gue jadi pacar lo .."Dina memukul lengan Bisma

"Yaelah..cuma bercanda.."Bisma

"Nama lo siapa?"Tanya Rafaell

"Pramudina.."Dina jutek

"Nama lo bagus..kaya orangnya.."Rayu Morgan

"Biasa aja deh perasaan..."Dina cuek

"Mampus.."Bisma

"Din..itu surat buat siapa?buat gue ya?"Tanya Bisma melihat Dina memegang sebuah surat

"Jangan ge-er lo.. Ini tuh surat dokter temen gue,,"ujar Dina

"Temen lo!emang temen lo kenapa?"Tanya Bisma kepo

"Temen gue sakit.."Dina

"Emang siapa temen lo?"Tanya ilham

"Ratusweethella.. Puas nanyannya?"Dina

"Apa lo bilang?"Sontak Reza berhenti melamun

"RATUSWEETHELLA" Dina dengan nada tinggi

"Thella sakit?"Batin Reza

"Udah ah..gue mau kekelas.."Dina beranjak pergi namun ditahan Reza

"dia sakit apa?"Tanya Reza

"Gak tau.."Dina

"Dia sekarang dimana?"Tanya Reza lagi

"DiRumah sakit Cindrawasih lantai 8 ,ruang anggrek kamar 365 .."Dina

"Makasi infonya.."Reza, Dina hanya tersenyum lalu pergi

Setelah Dina pergi

"Kenapa ja?kok lu panik banget?"Tanya Dicky ,namun Reza tak menggubris,ia sibuk mengutak-atik ponselnya

"Diakan naksir sama thella.."Ceplos ilham

"Hah?suka sama thella?tunggu deh..thella yg mana sih?hehe.."Rangga cengengesan

"Ituloh anak kelas 10 yang waktu MOS Reza cium.."Morgan

"Oh.. Itu.. Yang cantik itu.."Rangga

"Iya mr.specta yg bawelll.."Ledek Rafaell

"Yah..Ja, kan tadinya dia mau gue gebet.."Rangga

"Berani lu gebet dia gue suruh ilham kempo lo .."Reza

"Mau lo gue kempo .."Ilham

Rangga hanya manyun

***

Seorang pemuda dengan pakaian seragam SMA berjalan santai membawa sebuket bunga mawar yang begitu indah. Menelusuri lorong rumah sakit. Pemuda itu masuk kesebuah kamar rawat yang bisa dibilang mewah. Dilihatnya seorang gadis tengah terbaring ditempat tidur rumah sakit , denga alat infus yg terhias ditelapak tangannya juga alat bantu pernafasan. Dengan perlahan pemuda itu menghampiri gadisnya. Rasanya ingin menangis, sungguh hatinya teriris melihat sang gadis terbaring lemah tak berdaya
"Aku bawakan bunga mawar merah special untukmu.."Reza dengan mata berkaca-kaca

"Maaf soal sikap kasarku yang kemarin..aku benar² menyesal.."Lanjut Reza menggengam erat jemari Thella

"kini aku sadar.. Kalau aku memang mencintaimu ratusweethella.."Tak terasa air matanya menetes ditelapak tangan Thella

"Selamat beristirahat ya, aku pulang nanti aku datang lg .."Reza pergi sesudah mengecup kening Thella

Gadis itu membuka matanya, terukir senyum kecil dibibirnya setelah tahu perasaan pemuda itu padanya. Memang Thella sudah sadar saat Reza masuk kekamar rawatnya. Ia sengaja tak membuka mata, ia ingin tahu apa yg dilakukan Reza.

***
Sore yang cerah Lala asik memilih bunga disebuah toko bunga dikawasan Bandung. Seorang pemuda berdiri disampingnya, pemuda itu juga sibuk memilih bunga. Sesekalia ia melirik Lala yg sepertinya belum sadar akan kehadirannya
"Yang mana ya ..yang ini atau yang ini?"Gumam Lala memegang bunga mawar merah dan merah muda

"Yang merah aja lebih bagus.."Cetus pemuda itu

"Iya juga sih yg merah lebih bagus.."Lala tanpa menoleh ke pemuda itu

"Maka..."Ucapan Lala tak ia lanjutkan ketika menoleh kepemuda itu yang tak lain adalah

"Ilham.."Gumamnya

"Hay.."Ilham tersenyum manis

"Ngapain lo disini?"Tanya Lala ketus

"Memang kenapa?memang toko ini milikmu.."Ilham

"Huh..menyebalkan.."Dengus Lala

"Beli bunga buat siapa?"Tanya ilham

"Pengen tau aja atau pengen tau banget?" Lala

"Pengen tau banget.."Ilham

"Cari tau saja sendiri.."Lala

"Yasudah.."Ilham melanjutkan memilih bunga

"Kau mencari bunga untuk siapa?"Tanya Lala penasaran

"Pengen tau aja atau pengen tau banget?"Balas ilham

"Pengen tau aja.."Lala

"Yasudah kasih tau dulu kau membeli bunga untuk siapa?"Ilham

"Untuk Thella..kalau kau?"Lala

"Untuk Thella juga.."Jwb ilham , ilham memang sengaja bilang untuk Thella, tadinya ia enggan membeli bunga, ia melakukan semua ini bermaksud agar bisa berdua dengan Lala untuk menjenguk Thella *licik* :p

"Kau mau menjenguk thella barengku?"Tawar ilham

"Bagaimana ya?"Fikir Lala

"Ayolah..lagi pula kita inikan satu tujuan.."Ilham

"Baiklah kalau begitu.."Lala

***
Lala merasa risih, bagaimana tidak sepanjang perjalanan menuju kamar rawat Thella, ilham menggengam erat tangannya. Beberapa kali Lala mencoba melepaskan namun tetap tak bisa genggaman ilham begitu erat. Kini ia hanya pasrah. Ilham terus menggandeng tanga Lala sampai masuk dikamar rawat Thella
"Thella.."Panggil Lala

"Lala.."Jwb Thella

"kamu kenapa?maaf ya aku baru kesini, tadi pagi sekolah.."Cerocos Lala

"Iya gpp ..aku cuma pusing aja kok sama demam.."Dusta Thella

"Aku bawa bunga buat kamu.."Lala menaru bunga dimeja samping ranjang Thella

"Kamu sama ilham pacaran?"Tnya Thella ketika melihat lala dan ilham berpegangan tangan

"Enggak.."Lala langsung melepas genggaman ilham

"Tapi kok pegangan?"Thella

"Dia duluan yg gandeng tangan gue.."Dusta ilham

"Bohong..bisa ya lo bohongnya.."Lala

"Emang iya.."Ilham meledek

"Ciyeee Lala..suka sama ilham.."Ledek Thella

"Ish kamu..enggak tau..dia duluan.."Lala memanyunkan bibirnya

"Iya deh.."Thella

"Oh ya thell..ini ada bunga juga buat lo.."Ilham

"Makasi ya.."Thella

"Ini bunga dari siapa?"Tanya ilham ketika melihat buket mawar disamping Thella

"ngh` bunga itu.." ucp thella

Thella masih bingung harus jawab apa pada Lala dan ilham. Masa iya dia bilang bunganya dari Reza. Gak mungkin banget. Gengsi coy..kan Thella lg marah sama Reza
"Bunga itu dariiii...ngh~ dari..gak tau dari siapa hehe.."Thella

"Yeh..kamu..mikirnya seabad jawabannya gak tahu..dasar.."Lala

"Ishm..sewot maneh pacarnya ilham .."Ledek Thella

"Apaan sih kamu..ngaco ih.."Lala , ilham tersenyum senang

"Thell..tadi bang reza khawatir banget sama kamu loh.."Ilham

"Ih..peduli amat.."Thella sok cuek

"Ciye..thella..ciye.."Ledek Lala

"Apaan sih kamu.."Thella

Ilham, Lala dan Thella larut dalam obrolan mereka.

***
Sepeti biasa setiap sore Dina berkeliling taman kompleks menggunakan sepeda fixi nya. Sudah 3 putaran, Dina memutuskan untuk berhenti disebuah pohon besar dan rindang. Tiba-tiba ada yang melemparinya dengan kulit kacang. Kulit kacang itu berasal dari atas. Saat Dina mendengak keatas matanya membola melihat siapa yg ada diatas pohon rindang itu
"Hehehe.. Maaf ya.."Ujar pemuda itu

"Kau ini..ngapain kamu disitu..kaya anak monyet saja.."Ujar Dina

"Sembarangan..aku ini sedang bersembunyi dari fansku.."Ujar pemuda yg tak lain adalah Bisma

"Dasar laki² aneh.."Gumam Dina beranjak pergi

"Din..mau kemana?"Panggil Bisma

"Mau pulang.."Dina

"Din..bantu aku turun ..aku tak bisa turun.."Bisma

"Apa?kau tak bisa turun?hahaha..dasar bodoh.."Dina

"Cepat bantu aku.."Bisma

"Bagaimana caranya?"Dina

"Ulurkan tanganmu.."Bisma, Dina menurut saja

'Buk' dengan pintarnya Bisma menjatuhkan diri diatas tubuh Dina. Dina sempat kaget karena wajah Bisma sangat dekat dengan wajahnya. Sementara Bisma? Ia tersenyum karena akal bulusnya berhasil

"Mau aku cium?"Bisik Bisma

"Ish...apaan sih.."Dina mendorong tubuh Bisma agar menjauh

Dengan segera Dina berdiri dan merapikan posisinya
"Aku antar pulang ya?"Tawar Bisma

"Tidak usah..aku tau jalan pulang.."Dina

"Kau manis.."Bisma

"Kau juga..ups"Ceplos Dina

"Apa kau bilang?"Bisma

"Ngh~ tidak.."Dina

"Ayo ngaku kau bilang aku maniskan.."Bisma

"Tidak.."Dina

"Yasudah kalau tak mau mengaku.."Bisma

***
Sudah 3 hari Thella di rawat dirumah sakit. Keadaannya berangsur-angsur membaik. Sore ini Thella sedang bersama adik semata wayangnya Syilla, inilah kebiasaan mereka jika sedang berdua kalau tidak membantu Syilla mengerjakan tugas sekolah, Thella dan Syilla bermain dengan kertas origami. Mereka membuat burung,bungan dan sebagainya dari kertas origami. Syilla duduk bibir ranjang Thella
"Ka..yang ini gimana bikinnya?"Syilla menanyakan cara membuat bunga origami

"Ini kaya gini sayang.."Thella melipat-lipat kertas origami membentuk sepucuk bunga kertas

"Asik banyak origaminya.. Ka bikin lg ya.."Thella mengangguk

'Ceklek' seorang pemuda masuk kekamar rawat Thella. Thella dan Syilla menoleh kearah pemuda itu. Pemuda itu membawa sebuket bunga juga boneka taddy bear coklat. Wajah Thella berubah menjadi jutek,sementara adiknya ia tersenyum melihat siapa pemuda itu
"Abang.."Ucap Syilla pada pemuda yg tak lain adalah Reza

"Hay adik kecil.."Ujar Reza kini posisinya berdiri disisi ranjang Thella

"Abang bawa apa bang?"Tanya Syilla

"Bawa bunga sama boneka.."Jawab Reza

"Bonekanya buat aku ya bang?"Syilla

"Bunga sama bonekanya buat kaka kamu dulu sayang.."Reza, Syilla manyun

"Abang punya coklat buat Syilla, syilla mau?"Reza merayu Syilla

"Mau bang..mau.."Syilla antusias

Reza memberikan 1 batang coklat untuk Syilla. Sementara Syilla asik memakan coklat, Reza mendekati Thella yg sedari tadi memalingkan wajah
"Ini bunga dan boneka untukmu.."Reza

"Terimakasi.."Thella ketus

"Aku taruh sini ya.."Reza menaru bunga dan bonekanya disofa

"Gimana keadaan kamu?udah membaik?"Tanya Reza, Thella mengangguk

"Kamu masih marah soal waktu aku nampar kamu?maaf aku benar-benar emosi.."Reza menggengam erat jemari Thella

"Ngapain sih kamu disini?aku sudah bilang jangan pernah muncul dihadapanku.."Thella

"Aku merindukanmu.."Reza

"Merindukan menamparku?iya?"Thella

"Aku minta maaf..aku khilaf.."Rez, Thella hanya diam

"Sudah makan?"Reza mencoba mencairkan suasana

"Belum.."Thella singkat

"Makan dulu ya, setelah itu minum obat.."Reza meraih bubur yg ada dimeja

"Gak..mual..gak suka bubur.."Tolak Thella

"Yaudah makan nasi aja ya.."Reza menaru mangkuk yg berisi bubur lalu mengambil nasi dan ayam yg ada dimeja sebelah Thella

"Iya.."Thella

"Syilla duduk disofa dulu ya sayang.. Abang mau nyuapin kaka.."Kata Reza pada Syilla yg asik makan coklak

"Iya.."Syilla turun dari ranjang dan duduk disofa

Dengan lembut Reza menyuapi Thella, terukir senyum dari bibir Reza, ia senang kini Thella sudah tak begitu marah padanya. Reza tertawa kecil melihat disudut bibi Thella ada sebutir nasi
"Makannya kaya anak kecil deh..belepotan.."Ujar Reza

"Belepotan kenapa?"

"Itu disudut bibir kamu ada nasi.."Ledek Reza

"Kamu sih nyuapinnya ga bener.."Thella manyun

"Lo kok aku.."Reza

"Iya kamu..pokonya salah kamu.."Thella

"Yaudah sini aku bersihin.."Jari Reza menyentuh sudut bibir Thella

Tangan Reza berhenti membersihkan sudut bibir Thella ketika matanya dan mata indah Thella bertemu. Reza menatap lekat wajah Thella, mendekatkan wajahnya kewajah Thella
'Dekat..'

'Dekat..'

'Dekat..'

Dan

"Za ..jangan, ada adik aku.."Thella mendorong pelan tubuh Reza

"Maaf...aku kebawa suasana.." Thella mengangguk

"Abang..aku mau coklat lagi.."Rengek Syilla menghampiri Reza

"Yuk..kita beli dikantin rumah sakit.."Ajak Reza

"Yang banyak ya bang.."Pinta Syilla manja

"Siap bos.. Aku kebawah dulu ..kamu disini sendiri gak papakan?"Reza

"Aku ikut ya.."Rengek Thella manja

"Ga bisa thell..kamukan lg sakit.."Reza

"Pokonya aku mau ikut..ya za.. Please.."Rengek Thella manja

"Ish kaka ko bandel sih..kalo bang reza bilang ga boleh ..ya ga boleh.."Syilla memarahi kakanya

"Yaudah kalo kaka ga boleh ikut, Syilla juga ga boleh ikut.. Temenin kaka disini.."Thella

"Aku mau ikut tau ka.."Syilla

"Udah jangan berantem, Syilla disini temenin kaka ,biar abang yang kebawah beli coklatnya..ok sayang.."Rayu Reza

"Iya deh.."Syilla

Reza turun kekantin rumah sakit. Kini tinggal Thella dan Syilla. Mereka main jutek-jutekan udah kaya anak kecil
"Kaka rese.."Syilla

"Bodo..siapa suruh kaka ga boleh ikut..awas aja ga kaka bikinin bunga origami lg.."Ancam Thella

"Biarin aku bisa minta bikinin sama abang.."Syilla

"Emang abang bisa?"Thella meremehkan

"Bisa.. Wekk.."Syilla menjulurkan lidah

Reza datang membawa kantung plastik berisi coklat dan ice cream. Syilla terkekeh meminta Reza menggendongnya. Reza menurut saja ia mengangkay tubuh Syilla ke gendongannya
"Mana bang coklatnya.."Syilla manja

"Ini.."Kini Reza duduk dikursi sisi ranjang Thella dengan Syilla dipangkuannya

"Beli apa aja?"Tanya Thella

"Ice cream sama coklat.."Reza

"Aku mau ice creamnya.." rengek Thella

Reza mengambil ice cream coklat dari kantung plastik, dengan sigap Syilla merebutnya
"Ini punya aku.."Syilla

"Tapi itu.."Omongan Reza dipotong Syilla

"Bodo..pokonya punya Cilla :p .."Syilla

"Kok kamu curang..itukan punya kaka..kaka duluan tau..balikin ga.."Thella

"Kaka yg cantik tapi masih cantikan aku, dengerin aku ya, kata om dokter ganteng tapi ga seganteng ka Dicky SM*SH , kaka itu ga boleh makan ice cream..bolehnya minum air putih.. Jadi ini buat aku.."Syilla *dasar anak kecil*

Reza terkekeh gili mendengar ucapan adik Thella. Kata² sangat lucu seperti orang sudah tua. Sementara Thella mendengus kesal
"Udah jangan manyun..mau beli apa aku beliin.."Reza pada Thella

"Aku ga mau apa-apa.. Dompet kamu mana?siniin.."Thella, Reza merogoh sakunya mengeluarkan dompetnya

"Buat apa?"Reza

"Siniin aja.."Thella

Reza memberika dompetnya pada Thella. Thella membongkar isi dompet Reza. Thella bergedik curiga ketika menemukan fotonya didompet Reza
"Kenapa ada fotoku?"Thella

"Ah..tak apa, cuma iseng aja.."Reza

"Oh.."Thella

Thella mengambil sebuah foto dari dompet Reza, itu adalah foto Reza saat kecil. Sangat lucu, membuatnya gemas saja melihat foto reza kecil
"Buat aku ya Ja.."Thella

"Kamu mau nyimpan fotoku?" Thella mengangguk

"Yasudah.."Reza

"Ka..kaka sama abang pacaran ya?"Syilla masih asik memakan coklat

"Emang kamu tau pacaran apa?"Reza

"Tau dong.. Pacaran itu ya gitu deh.."Syilla (-_-")

"Ya gitu deh apa?"Reza

"Udah jangan bawel deh..ganggu aku makan aja.."Syilla

"Tadi dia yg nanya.. Giliran dijawab ngomel.."Dumel Reza

"Ka pacaran aja sana.. Kalo perlu jadi mama-papa.."Syilla polos

"Mama-papa?"Reza tak mengerti

"Iya..mama-papa..itu yg pake baju pengantin.."Syilla

"Nikah maksudnya?"Reza, syilla mengangguk

"Syilla ngaco nih ngomongnya..udah Za jangan didengerin..Syilla diam atau kaka suruh Pak Min(supir) buat pulangin Syilla"Thella

"Iya kaka..galak banget.."Syilla

"Dasar.."Gumam Reza

"Ka..kapan-kapan ajak ka Dicky main kerumah dong.."Syilla

"Itu bilang sama abang.. Diakan temennya si abang.."Thella

"Abang..ajak ya.."Syilla

"Emang Syilla suka sama ka Dicky?"Reza

"Suka dong.."Syilla

"Oke deh nanti abang aja ka dicky kerumah Syilla..kalo perlu semua personil SM*SH abang ajak kerumah Syilla.."Reza

"Asikkk... Makasi ya bang..muach.."Syilla mencium pipi Reza

"Makasi ya Ja.."Thella, Reza mengangguk

Jam sudah menunjukan pukul 8 malam, Reza masih setia menemani Thella dirumah sakit. Malam ini Reza akan bemalam dirumah sakit untuk menjaga Thella. Sedangkan Syilla?dia sudah tertidur digendongan Reza. Tadinya orang tua Thella menyuruh Syilla agar pulang. Namun Syilla kukuh meminta agar bermalam dirumah sakit bersama Reza dan Thella
"kalau mendengar perkataan adikmu yg menyuruh kita pacaran, itu lucu ya..kenapa ga kita jalanin aja?"Reza pada Thella

"Maksudnya?aku ga ngerti.."Thella

"Maksudku kita pacaran.."Kini Reza duduk dibibir ranjang Thella, sementara Syilla ia tidurkan disofa

"Ngh~ pacaran?kamu nembak aku?"Thella

"Iya..kini aku sadar kalau aku mencintaimu.."Reza

"Beri aku waktu ya.. "Thella

"Baik..sudah sekarang sudah malam, kamu tidur ya..aku akan menjagamu.." Thella mengangguk

"Selamat tidur Sweethella.."Reza

"Selamat tidur Reza Anugrah.."Thella


Kini Thella sudah beraktivitas kembali. Reza yg kali ini menjemput thella untuk berangkat sekolah. Thella juga tak menolak ajakan Reza, malah sebelum mereka berangkat sekolah, mereka mengantar Syilla berangkat kesekolahnya baru mereka berangkat sekolah

Thella dan Reza berjalan menelusuri koridor sekolah. Tak segan Reza menggandeng tangan gadis yg ada disampingnya, sementara sang gadis terlihat malu-malu kerena semua mata tertuju pada mereka
"Ja..ga enak tau diliatin.."Ujar sang gadis

"Biarin aja.. Mereka iri kali sama kita.."Reza

"Ish..iri kenapa coba, kita itu ga ada hubungan special tau.."Thella

"Sekarang emang ga ada, tapi nanti..bakal ada yg special diantara kita.."Bisik Reza

"Aku antar sampai kelas ya.."Reza, Thella mengangguk

Reza benar-benar mengantar wanita pujaannya masuk kekelas, keenam sahabatnya terpaku melihat Reza, sahabat mereka menggandeng tangan gadis cantik nan manis ini. Sementara Reza hanya tersenyum
"Reza jadian sama kithella?"Rangga

"Kithella..thella namanya oneng.."Dicky menoyor kepala Rangga

"Ya manggap, cuma beda tipis.."Rangga

"Manggap.. Mulut lo tuh mangap.."Balas Rafaell

"Eh..berisik amat lo pada.."Morgan

Memang mereka saat ini sedang mengintip Reza dan Thella dari kejauhan
"Idih..si Reza main nyosor aja.."Protes Bisma ketika melihat Reza mencium kening Thella

"Ko si thella ga marah ya?biasanya juga marah.."Ilham

"Mereka udah pacaran kali.."Sahut Rafaell

"Mungkin.."Bisma

"Bisma dina bis.."Teriak Rangga dan Dicky heboh

"Mana?"Bisma antusias

"Dikelasnya.. Hahahaha.."Tawa Rangga dan Dicky lepas

"Sialan kalian..awas kalian.."Bisma

"Huwaa.. Kabur Ga.."Dicky dan Rangga kabur ,Bisma mengejar mereka semua tertawa melihat tingkah mereka bertiga yg seperti anak kecil

Bisma terus mengejar Rangga dan Dicky, Dicky dan Rangga berlari sekuat tenaga mereka
'Buk' karena tak lihat-lihat, Bisma menabrak seseorang hingga kening mereka saling terbentur
"Aww.."Rintih keduanya memegangi kening masing-masing

"Ish.. Kalo jalan tuh pake mata.. Sakit nih jidat gue.."Ujar orang itu masih belum menyadari itu Bisma

"Sorry ga sengaja.."Bisma

"Makannya kalooo....cungkring.."Ujar orang itu ketika mengetahui itu Bisma

"Loh..Dinot.."Ujar Bisma pada wanita yg tak lain adalah Dina

"Jadi lo yg nabrak gue..dasar ya cungkring rese.. Sakit nih jidat gue.."Protes Dina

"Lo fikir lo doang... Gue juga.."Bisma

"Dasar lo cungkring ngeselin.."Dina

"Dasar dinot.."Balas Bisma, Dina tak menghiraukan Bisma ia malah berjalan meninggalkan Bisma

"Dasar aneh.."Bisma

***
Jam sekolah sudah selesai, semua murid berhamburan keluar sekolah. Reza sudah diparkiran mobil, ia berdiri disamping mobilnya menunggu Thella yg belum keluar kelas, tak lama sosok yg Reza tunggu datang
"Hey..maaf ya lama.."Ujar Thella

"Gak papa kok, emang tadi ngapain dulu sih?"Tanya Reza

"Tadi nganterin Lala ketemu sama bu Dian, ngasih tugas.."Thella

"Oh.. Jadi jalan sama Syilla?"Reza

"Jadi..kita jemput dia dikantor papa aku aja, soalnya dia lg disana.."Ujar Thella

"Ngapain dikantor papa?"Tanya Reza

"Paling ngerecokin papa kerja.."Thella

"Yaudah yuk masuk.."Reza membukakan pintu mobilnya

"Woy Ja.."Teriak seseorang ketika Thella ingin masuk mobil Reza

"Apaan coh?"Tanya Reza ketika orang itu berdiri dihadapannya

"Gini loh Ja.. Kata meneger kita besok perfome dijakarta dibatalin, jadi besok kita free.."Jelas orang itu adalah Rafaell

"Oh..ok.."Reza

"Yudah gue pergi dulu.. Dada thellaaa.."Rafaell mencolek dagu Thella lalu kabur

"Eh coh.. Awas lo .."Reza

"Udah lah Ja..ayo jalan keburu kesoreaan..nanti Syilla ngambek.."Thella

"Yaudah yuk.."Reza

***
Reza, Thella dan Syilla mereka bermain-main didanau yg indah. Sepanjang perjalanan banyak fans Reza yg meminta tanda tangan atau sekedar foto bareng, jujur saja Reza tak enak dengan Thella, takut Thella terganggu , tapi untungnya Thella mengerti profesi Reza sebagai seorang artis. Setelah melayani fansnya Reza melanjutkan bermain bersama Thella dan Syilla, Syilla terkekeh meminta digendong abang atau lebih tepatnya abang Reza. Reza menurut saja, sementara Thella, ia berjalan disamping Reza membawa dua buah ice cream coklat, sesekali menyuapinya kemulut Syilla dan Reza. Mereka juga menikmati permainan perhau bebek
"Abang Syilla laper.."Keluh Syilla saat mereka duduk dibangku taman

"Syilla mau makan apa sayang?"Tanya Reza

"Syilla mau makan itu bang.."Syilla menunjuk tukang siomay yg tak jauh dari tempat mereka duduk

"Ish..syilla ga boleh.. Kata mama Syilla ga boleh makan sembarangan.. Nanti sakit.."Cegah Thella

"Aaa.. Kaka, pokonya aku maunya makan itu.."Kukuh Syilla

"Ga boleh Syilla.."Thella

"Udah lah thell..itu ga berbahaya kok, ga bakal buat sakit perut, itu enak banget.. Aku beliin ya, buat kamu sama Syilla.."Reza

"Tapi Ja, nanti Syilla sakit gimana?"Thella

"Gak akan.. Kalo Syilla sakit aku yg tanggung jawab deh.."Reza

"Ya kak..boleh ya kaa.."Syilla memelas

"Iya..iya.."Thella

Reza menghampiri tukang siomay itu lalu kembali ke Thella dan Syilla membawa 2 piring siomay. Syilla yg sudah kelaparan langsung menyerobot satu piring yg Reza pegang
"Kok cuma dua, buat aku mana?"Thella

"Ini buat kamu..kita makan berdua, biar romantis.."Reza

"Romantis apaan deh.."Thella

"Aku suapin ya .."Reza, Thella mengangguk

Mereka saling menyuapi, Reza menyuapi Thella, begitu sebaliknya
"Enakkan?"Reza, Thella mengangguk

"Dibibir kamu ada apa tuh?"Reza memegang sudut bibir gadisnya

"Ish..jangan deh, aku tau maksud kamu.. Jangan disini kenapa, tempat umum..ada adik aku juga lg.."Protes Thella mengerti maksud Reza

"Hehehe..iya deh maaf..nih makan lg.."Reza menyodorkan sesendok siomay

Syilla yg merasa dicuekin oleh reza dan Thella memasang wajah bete. Bibirnya manyun tangannya dilipat didada, menggemaskan sekali anak ini
"Dasar ya.. Pacaran mulu.."Dumelnya , Reza dan Thella yg mendengar terkekeh dibuat Syilla

"Syilla kenapa manyun?"Tanya Thella

"Bodo.."Jawab Syilla ketus

"Ish ketus amat, nanti cantiknya hilang loh.."Goda Reza

"Biarin.. Aku marah sama abang sama kaka.."Ujar nya dengan wajah menggemaskan

"Kok marah bilang-bilang sih.."Goda Reza

"Tau nih,marah kok bilang-bilang.."Tambah Thella

"Huuwwaaa..mama.. Kaka sama abang jahat..huwaa.."Tangis Syilla

"Loh.. Kok kamu nangis..kan kaka sama abang cuma bercanda sayang.."Hibur Thella

"abang minta maaf deh.."Tangis Syilla semakin menjadi-jadi, Reza merengkuh tubuh gadis kecil ini lalu menggendongnya

"Udah dong jangan nangis dek.. "Thella

"Iya..udahan ya nangisnya..abang suapin ya makan siomay nya.."Reza! Syilla menggeleng

"Yaudah kaka aja yg suapin Syilla ya, abang yg mangku syilla ya.."Thella, Syilla mengangguk menghapus air matanya namun nafasnya masih terisak

"Syill.. Besok ka dicky sama kaka sm*sh lainnya mau ketemu Syilla tau.."Reza

"Bener bang?"Syilla antusias

"Bener dong..syilla seneng ga?"Reza

"Seneng banget bang.."Ucap Syila sambil mengunyah makanan yg ada dimulutnya

***
Mobil Reza berhenti didepan rumah Thella. Reza membukakan pintu untuk Thella, lalu mengambil Syilla yg tertidur dipangkuan Thella
"Yuk masuk.."Thella

"Yuk.."Reza

Reza dan Thella memasuki rumah Thella, rumah sangat sepi seperti tidak ada orang dirumah
"Kok sepi?mama-papa kamu kemana?"Tanya Reza menggendong Syilla

"Mama-papa aku lg keluar kota.."Thella

"Loh?bukannya tadi siang papa kamu dikantor?"Tanya Reza

"Iya tadi .. Mama-papa keluar kota sekitar jam 4 sore tadi.. Makannya aku ngajak jalan Syilla, kalo dia tau mama-papa keluar kota dia pasti minta ikut.."Jelas Thella

"Oh gitu..kamu sendirian dong?"Reza

"Kan ada Syilla, lagian aku juga udah suruh Faby,Dina sama Lala buat kesini.."Thella

"Oh yaudah..aku kekamar Syilla dulu ya.."Reza

"Iya.. Aku bikinin kamu minum dulu.."Thella

***
Thella sedang membuat coklat panas untuk Reza. Setelah selesai Thella membawa coklat panas keruang tengah, ternyata Reza sedang bersantai memnonton tv disana. Thella menaru coklat panas dimeja yg ada dihadapan Reza, lalu duduk disamping Reza
"Pulang jam berapa?sekarang udah jam 7 ?"Thella

"Jam berapa ya? Maunya jam berapa?"Reza

"Jam berapa ya? Terserah kamu deh.."Thella menyandarkan kepalanya didada Reza

"Kita pacaran atau engga?"Tanya Reza tiba-tiba

"Emangnya pengen banget pacaran sama aku?"Ledek Thella

"Pengen banget..bangetan.."Reza

"Cinta itu ga mesti diikat dengan sebuah hubungan.. Biarin aja cinta mengalir dengan sendirinya tanpa diikat oleh sebuah hubungan.."Thella

"Ih..tumben bijak.."Reza

"Biarin.."Thella

Saat mereka sedang asik bermesraan tiba-tiba ada yg memencet bell rumah Thella. Thella langsung beranjak dari tempat duduknya untuk membukakan pintu
"hey.."Sapa mereka pada Thella

"Kalian.. Lama banget sih datangnya.."Ujar Thella

"Maaf..nih tadi si Lala.."Ujar salah satu dari mereka, yang datang memang Lala,Dina dan Faby

"Mobil siapa thell?ada tamu emang?"Tanya Faby menunjuk mobil reza

"Liat didalem aja..ayo masuk.."Ajak Thella

Mereka pun masuk kerumah Thella.
Lala, Faby dan Dina dibuat kaget saat melihat Reza duduk santai diruang tangah rumah Thella
"Loh.."

"Hey.."Sapa Reza

"Hey.."Balas mereka

"Merekakan udah datang, kalau gitu aku pulang ya.."Reza, thella mengangguk

"Good night .."Reza mencium pipi Thella

"Night too.. Hati-hati ya.."Thella, Reza mengangguk lalu keluar

"Lo sama reza pacaran?"Tanya Dina

"Hem..pacaran?pacaran gak yaa..ada deh.."Thella

"Huu.. Dasar pelit nih ga mau cerita sama sahabat sendiri.."Faby

"Biarin..leni kenapa ga ikut?"Thella

"Katanya ada urusan keluarga.."Lala

"Oh.. Eh, besok anak-anak SM*SH mau main kerumah gue.."Thella

"Hah?ngapain?"Lala

"Gak tau tuh si Reza yg nyuruh.."Thella

"Berarti ada si cungkring.."Batin Dina jengkel

"Ketemu lg deh sama si ilham..yah elah.."Batin Lala

"Berarti ketemu dicky.. Yes.."Faby girang

"Udah malem.. Tidur yuk.."Thella

"Yukk.."

Akhirnya mereka memutuskan untuk tidur

 Keempat serangkai ini masih terbuai dalam mimpi mereka, padahal jam sudah menunjukan pukul 09.00. Maklum saja, semalam mereka habis ngerumpi,biasa wanita masalah cowo. Seorang gadis kecil membuka pintu kamar kakanya. Syilla hanya geleng kepala saat melihat kaka tercintanya masih terlelap tidur bersama Lala sahabatnya, sementar Faby dan Dina?dia tidur dikamar sebelah. Padahal Syilla sudah lapar, Syilla berjalan kedapur, membuka kulkas ia mengambil selai coklat kesukaannya lalu membawanya ke meja makan, dimeja makan sudah disiapkan roti memang, Syilla mengolesi roti dengan selai
'Ting..tong..ting..tong' seseorang menekan bel rumahnya
"Ah..ganggu deh ga tau aku lg sarapan apa.."Dumelnya berjalan membuka pintu

Syilla berjalan kearah pintu
'Ceklek' syilla membuka pintu

"Hay jelek.."Sapa orang itu

"Aaa..abang.."Syilla langsung memeluk orang yg ia panggil abang, siapa lg kalau bukan Reza

Reza datang bersama anak SM*SH lain
"Hay adik kecil.."Sapa Dicky, Syilla hanya tersenyum malu

"Adiknya thella Ja?"Rafaell

"Iya.. Cantik kan kaya kakanya.."Ujar Reza kini menggendong Syilla

"Cantik..kalo udah gede mau ga jadi pacar ka Rangga?"Goda Rangga

"Jangan mau mending sama ka morgan.."Morgan

"Sama ka bisma aja..kan aku ganteng.."Bisma, Syilla hanya menggeleng

"Aku boleh kenalan ga?namanya siapa?"Ilham

"Aku syilla.."Ujar Syilla

"Aku ilham.."Ujar ilham

"Ih..lucu banget sih kamu..gemes deh.."Dicky

"Udah jangan gangguin, syilla udah mandi?"Reza

"Belum.."Syilla

"Kok belum..jorok ih.."Ledek rafaell

"Walaupun aku belum mandi, kata kaka aku tetep cantik..buktinya tadi kalian rebutin aku.."Syilla PD

"Hahahaha..PD banget nih anak kecil.."Bisma

"Kaka mana?"Reza

"Tidur..tuh sama ka Lala dikamar.."Syilla

"Hah?lala?ada lala?"Ilham antusias

"Ada.. Ada ka lala,ka dina, sama ka faby deh.."Jelasnya

"Wah..ada dinot..asik, gak nyesel gue ikut.."Gumam Bisma

"Ka ayo masuk sarapan sama Syilla.."Syilla menarik kerah jaket Reza

"Iya-iya ayo.."Reza

Reza,Dicky,Rafaell,Rangga,Morgan,Bisma dan ilham duduk diruang tengah rumah Thella, Dicky asik bermain dengan Syilla. Begitu juga Morgan,rafaell dan Rangga
"Syill.. Abang kekamarnya kaka dulu ya.."Reza, Syilla mengangguk

"Bang ikut.."Ilham

"Gue juga.."Bisma


Thella dan Lala masih terbuai dalam mimpi mereka. Reza dan ilham diam-diam masuk kekamar mereka
"Cewe bangun yuk.."Reza

"Barbie bangun yok, kita main sepeda.."Ilham pada Lala

"Ish..apaan sih berisik tau.."Lala memukul ilham dengan guling

"Ish..gila nih cewe sangar bener.."Gumam ilham

"Haha..sabar aja dah lu.."Ledek Reza

"Kalo lg diem gini Lala cantik banget ya.."Batin ilham

"Thella sayang, bangun yuk ..udah siang.."Reza

"Ngh~"desah Thella

"LALA BANGUN UDAH SIANG!!"Ilham berteriak ditelinga Lala, alhasil Lala dan Thella bangun

"Aaaa..ngapain kalian disini?"Lala

"Eja..ngapain disini?"Thella

"Bangunin kalian abisnya ga bangun-bangun.."Reza

"Eh..jelek..ngapain lo teriak dikuping gue, berisik tau.."Lala

"Eh nenek sihir.. Lo bisa ga sih ga usah marah-marah...niat guekan mau bangunin lo.."Ilham

"Ah..bodo amat.."Lala beranjak dari ranjang, ia berjalan kebalkon, disusul ilham

Reza dan thella hanya tertawa melihat mereka
"Katanya datangnya sore..kok sekarang udah datang?"Thella

"Aku pengen cepet-cepet ketemu kamu.."Reza duduk disamping Thella

"Kan semalem udah ketemu..."Thella menyandarkan tubuhnya didada Reza

"Kan belum puas.."Reza

"Ah kamu..aku bangunin Syilla dulu deh.."Thella berajak namun Reza menariknya lg kepelukannya

"Gak usah, Syilla lg main sama Dicky,Rafaell,Morgan...kakanya sini aja sama aku.."Reza

"Tumben dia udah bangun.."Thella

"Emang kamu kebo.."Ledek Reza

"Ish..engga tau, aku cuma cape makannya bangunnya siang.."Thella

"Lain kali thella sayangku ini ga boleh tidur malem ya.."Reza

"Siap komandan.."Thella

Reza dan thella asik bermesraan kita liat yg lagi berdebat dibalkon
"Ngapain sih lo ngikutin gue?suka ya lo sama gue?"Ujar Lala kini duduk dibangku kayu yg ada dibalkon kamar Thella

"Bisa ga sih lo ga marah-marah sama gue?guekan cuma mau bangunin lo.."Ilham berdiri dihadapan Lala

"Gak!gue ga bisa berhenti marah-marah sama lo .."Ujar Lala memalingkan wajahnya

"Kenapa ga bisa?thella aja bisa berhenti marah sama abang gue, lo liat noh mereka yg tadinya suka berantem, sekarang malah mesra-mesraan.."Ilham menunjuk Reza dan Thella yg asik bermesraan

"Karena gue bukan thella, dia lembut,baik, pengertian, pemaaf dan apalah.. Intinya gue bukan dia.."Ujar Lala

"Emang salah kalo gue mau deket sama lo?salah gitu?"Ilham

"Salah besar!!karena GUE GAK MAU DEKET SAMA LO!!"Ujar Lala menekan kata yg dicapslock

"Ok!mulai sekarang gue gak bakal deket-deket dan ganggu lo lg.. PUAS LO!!"Lala tetap dia memalingkan wajah

***
Bisma masuk kekamar yg ditempati Faby dan Dina. Dilihat dina masih tidur pulas sendirian?dimana faby?sepertinya ia sedang dikamar mandi. Bisma berjalan mendekat kearah Dina, bisma memperhatikan wajah Dina dari dekat. Wajah nya sangat cantik,manis,tenang ketika tidur. Berbeda saat Dina marah-marah padanya.
"Beda banget ya kalo lg marah mukanya gahar bener kaya pereman.. Sekarang mukanya tenang kaya malaikat..cantik.."Ujar Bisma

Bisma menyingkirkan beberapa rambut yg menutupi wajah cantik Dina. Terukir senyum dibibir Bisma. Dari sekian banyak wanita yg Bisma taksir, baru Dina yg cantiknya benar-benar natural tanpa polesan makeup sekalipun
"Lo cantik banget sih.. Gue bersumpah bakal bikin lo bertekuk lutut sama gue dan jadi milik gue seutuhnya.."Ujar Bisma

Bisma mengecup kening Dina cukup lama, lalu keluar tanpa mengganggu Dina.

***
Saat ini mereka sedang asik mengobrol, sambil bercanda tawa. Syilla terlihat bahagia berada ditengah-tengah kaka-kaka yg sangat ramah dan baik ini. Syilla tertawa lepas saat Dicky dan yg lain mengajaknya bercanda tawa. Berbeda dengan ilham, sepertinya dia benar-benar kesal dan marah pada Lala, buktinya ilham benar-benar mendiamkan Lala. Sementara Lala?dia hanya diam mengobrol bersama Faby yg duduk disebelahnya sesekali melirik ilham yg duduk disamping Bisma
"Orang tua lo kemana thell?"Tanya Rangga

"Keluar kota.."Thella

"Ngapain?"Morgan

"Ada kerjaan diluar kota.."Thella

"Berapa hari?"Rafaell

"3 hari.."Thella

"Ka..main dikamar Syilla yuk ka.."Ajak syilla pada Morgan,Rafaell,Dicky dan Rangga

"Ayok.."

Kini tinggal Dina,Bisma,ilham,lala,Faby,thella dan Reza tentunya
"Belakang yuk.."Ajak Reza pada Thella

"Ngapain?"Thella

"Ngobrol aja..ayo.."Reza

"Yudah yuk.."Thella

"Din.. Ikut gue sebentar yuk.."Ajak Bisma

"Ngapain?"Dina

"Kita ngobrol aja.. Lo maukan?"Bisma, dina tampak berfikir

"Yaudah deh ayo.."Dina

Kini tinggal ilham,Lala dan Faby. Lala dan Faby sibuk mengobrol. Tiba-tiba ilham berdiri dan berjalan kearah mereka
"Hay..nama lo siapa?"Ilham mengulurkan tangannya dihadapan Faby

"Gue Faby... Lo?"Faby

"Masa lo ga tau gue?"Ujar ilham diiringi senyum khasnya

"Serius gue ga tau, gue ga begitu tau tentang Š♏ÀŚҢ .."Faby

"Ok gue kasih tau..nama gue ilham.."Ilham

"Oh ilham..oh iya kenapa ya?"Faby

"Gue cuma mau ngobrol aja sama lo .."Ujar ilham

"Yudah kalo gitu gabung aja.."Ajak Faby

"Tapi gue cuma mau ngobrol BERDUA.."Ujar ilham menekan kata yg dicapslock

"Tapi Lala?"Faby

"Udah lah biarin aja..dia juga ga keberantan.. Gpp kan gue pinjem temen lo sebentar?"Ilham pada Lala

Lala tak menjawab, dia langsung beranjak dan kembali kekamar Thella
"Benerkan kata gue , dia ga keberatan.."Ilham

"Yaudah yuk.."Faby

Ilham dan Faby duduk tepat dibangku taman belakang depan kamar Thella. Mereka duduk bersampingan
"Gue tau kok lo lg keselkan sama Lala!"Ujar Faby tiba-tiba

"Udahlah ga usah bahas cewe belagu kaya dia.. Males tau ga!"Ujar ilham

"Gue tau kok sebenernya dia suka dideketin sama lo, cuma dia munafik aja ga mau ngakuin itu.."Ujar Faby

"Gue udah males deketin dia lg, mending deketin lo .. Ya ga?"Ilham mencolek dagu Faby

"Idih genit amat lo, gue itu udah punya inceran sendiri.. Yang jelas bukan lo .."Faby

"Siapa?anak sm*sh bukan?"Ilham kepo

"Lo kepo banget deh.."Ujar Faby

"Lah biarin.. Kali aja gue bisa comblangin.."Ujar ilham

"Ceritanya mau jadi mak comblang nih.."Faby

"Yyaaaa..gitu deh.."Ilham

"Belaga mau jadi mak comblang, urusan cinta anda aja belom bener .."Ledek Faby

"Ngeledek ya nih anak.."Ilham mengacak-acak poni Faby

"Ish..ilham, berantakan tau.."Faby

"Biarin..."Ilham

"Rese nih.."Faby

"Sini deh dibantu benerin poninya.."Ilham

Dari kejauhan Lala memperhatikan ilham dan Faby dari atas balkon kamar Thella. Entah mengapa harinya begitu sakit melihat ilham dab Faby begitu dekat. Mungkinkah ini cinta?apa lala terlalu munafik untuk mengakuinya?
"Apa gue salah?apa gue salah bersikap dingin sama ilham?kenapa gue ngerasa kesepian ga ada dia?oh GOD's help me.."Gumam Lala

*
Bisma benar-benar mendekati Dina. Sikapnya berubah menjadi manis pada Dina. Sementara dina?sepertinya dia mulai nyaman mengobrol bersama Bisma
"Inget ga waktu pertama kali kita ketemu?"Bisma

"Inget..waktu itu kita ga sengaja tabrakan dikoridor.."Dina

"Lo masih inget aja.."Ujar Bisma diiringi senyum

"Gue juga masih inget waktu lo narik gue ke mobil dan lo nganter gue pulang.."Ujar Dina

"Hahaha..waktu itu gue salah tarik orang.. Sorry ya.."Ujar Bisma

"Gpp lg, itukan udah lama.."Dina

"Oh iya.. Besok mau gue jemput ga?"Tawar Bisma

"Jemput?"Dina

"Iya..ayolah jangan nolak..please.."Bisma

"Emm..iya deh.."Dina

"Yes.. "Bisma, Dina hanya tersenyum

*
Lala berjalan menelusuri koridor sekolah, ia seperti mencari-cari seseorang yg hampir setiap pagi menunggunya dikoridor, siapa lg kalau bukan ilham. Lala berharap ilham ada dikoridor dan mengganggunya seperti biasa,namun ini tidak, tak ada sosok ilham menunggunya dikoridor. Hanya ada beberapa murid yg asik pacaran.

Lala kembali meneruskan langkahnya berjalan menuju kelas. Tak sengaja ia berpas-pasan dengan ilham, tapi ilham tak sendiri, ia menggandeng tangan seseorang yg tak lain sahabatnya, siapa lg kalau bukan Faby
"Hey La..baru datang.."Sapa Faby

"Iya.."Lala singkat

"Ilham lg ngajarin gue pelajaran tentang fisika.. Lo mau gabung?kan lo bilang lo ga begitu ngerti tentang fisika?"Ujar Faby

"Ngapain sih ngajak dia.."Ujar ilham

"Makasi deh, gue gak butuh!"Ujar Lala pergi begitu saja

"Parah lo Ham.."Ujar Faby

"Biarin aja.."Ilham santai

"Sorry ya La.."Batin ilham

*
Lala menangis tersedu ditaman sekolah yg bisa dibilang sepi. Sakit! Itulah yg ia rasakan saat ini, bagaimana tidak, sahabatnya sendiri malah menusuknya dari belakang. Lala merasa kesepian semenjak ilham menjauh darinya. Seorang pemuda mengulurkan sebuah sapu tangan dihadapan lala, lala mengangkat kepalanya melihat siapa pemuda itu dan dia...



BERSAMBUNG



hyhy bagus gk ceritanya? tpi itu bukan karya aku, klo mau tau kelanjutannya liat aja email yg ada diatas sebelum ceritanya dimulai, disitu adalah tempat penulis cerita ini melanjutkan ceritanya, so liat aja disna
mksh






RATU SWEETHELLA WITH M REZA A

















l